mengharapkan cinta yang sempurna dari seseorang..
Sempurna pada kapasitasnya sebagai cinta sesama manusia...
Tapi Q tau skarang,,ga ada cinta yang sempurna,termasuk cinta kita...
Karna ia terlalu dangkal dan sedikit banyak menyisakan rasa sakit..
Tapi hidup perlu pelajaran bukan..
Mungkin ini sedikit pelajaran tentang hidup yg ku dapatkan malam ini...
Terima kasih Tuhan...Engkaulah cinta sejati...
Terima kasih memberikan seseorang yg mencintai,walau tidak sempurna..tapi Q kan blajar mencintai dengan cara yg bijaksana.
Labels
- ARTICLE (5)
- NIKE ARDILLA (8)
- NIKE IN NEWSPAPER AND MAGAZINE (1)
- SONG and LYRICS (2)
- STORY (2)
- SYAIR DAN PUISI (1)
Blog Archive
Followers
Minggu, 22 Agustus 2010
perfect love = 0
Diposting oleh
aozora
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
SYAIR DAN PUISI
Rabu, 07 April 2010
RELA TIDUR DI GUDANG SEKOLAH
RELA TIDUR DI GUDANG SEKOLAH
Khuerul namanya, siswa kelas 3 SMP di Polewali Mandar ini hendak mengikuti ujian nasional. Dia rela tidur di gudang sekolah agar tidak terlambat mengikuti ujian nasional.
Satu hari sebelum ujian berlangsung, dia pamit pada orang tuanya berangkat ke sekolah untuk mengikuti ujian nasional dan tak lupa pula minta doa restunya agar lancar dalam menjalani ujian, dia pergi dengan membawa perlengkapan seadanya. Dia melakukan ini karena tidak mau terlambat datang kesekolah saat menghadapi ujian, dia tinggal didaerah pegunungan pedalaman, jarak rumah ke sekolahnya memang sangatlah jauh, tidak ada angkutan jadi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan itupun akan menghabiskan waktu seharian.
Sungguh besar semangatnya, mungkin kata-kata itu yang spontan akan terucap dari bibir seseorang saat mendengar cerita ini. Ya,,dia rela tidur di gudang sekolah demi untuk mempersiapkan ujian nasional yang digelar dari tanggal 29 Maret hingga 1 April 2010. Selama ujian berlangsung dia akan melakukan semua aktifitasnya di sekolah, mulai dari mandi, mencuci, memasak dan belajar untuk mempersiapkan ujiannya. Tidak ada rasa takut di benaknya walau harus sendirian menempati gudang tersebut. Lebih hebatnya lagi walau sering diejek oleh teman-temannya namun dia tidak pernah merasa malu ataupun minder, dia tetap bersemangat menjalani semua aktifitasnya termasuk belajar dengan sungguh-sungguh agar kelak memperoleh hasil yang maksimal.
Semoga cerita ini bisa menjadi motivasi buat kita semua agar lebih bersemangat dalam menjalani aktifitas, semangat untuk jadi yang lebih baik dan semoga Khuerul lulus dengan nilai yang baik,,,,
Cerita ini saya dapatkan saat saya melihat berita di salah satu TV swasta, Senin sore (29/3).
Khuerul namanya, siswa kelas 3 SMP di Polewali Mandar ini hendak mengikuti ujian nasional. Dia rela tidur di gudang sekolah agar tidak terlambat mengikuti ujian nasional.
Satu hari sebelum ujian berlangsung, dia pamit pada orang tuanya berangkat ke sekolah untuk mengikuti ujian nasional dan tak lupa pula minta doa restunya agar lancar dalam menjalani ujian, dia pergi dengan membawa perlengkapan seadanya. Dia melakukan ini karena tidak mau terlambat datang kesekolah saat menghadapi ujian, dia tinggal didaerah pegunungan pedalaman, jarak rumah ke sekolahnya memang sangatlah jauh, tidak ada angkutan jadi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dan itupun akan menghabiskan waktu seharian.
Sungguh besar semangatnya, mungkin kata-kata itu yang spontan akan terucap dari bibir seseorang saat mendengar cerita ini. Ya,,dia rela tidur di gudang sekolah demi untuk mempersiapkan ujian nasional yang digelar dari tanggal 29 Maret hingga 1 April 2010. Selama ujian berlangsung dia akan melakukan semua aktifitasnya di sekolah, mulai dari mandi, mencuci, memasak dan belajar untuk mempersiapkan ujiannya. Tidak ada rasa takut di benaknya walau harus sendirian menempati gudang tersebut. Lebih hebatnya lagi walau sering diejek oleh teman-temannya namun dia tidak pernah merasa malu ataupun minder, dia tetap bersemangat menjalani semua aktifitasnya termasuk belajar dengan sungguh-sungguh agar kelak memperoleh hasil yang maksimal.
Semoga cerita ini bisa menjadi motivasi buat kita semua agar lebih bersemangat dalam menjalani aktifitas, semangat untuk jadi yang lebih baik dan semoga Khuerul lulus dengan nilai yang baik,,,,
Cerita ini saya dapatkan saat saya melihat berita di salah satu TV swasta, Senin sore (29/3).
Diposting oleh
aozora
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
STORY
Rabu, 17 Maret 2010
Kasih Sayang Seorang Ibu
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba
Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah
Tahukah anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya
diambil dari http://kumpulanceritamotivasi.blogspot.com/2009/08/kasih-sayng-seorang-ibu.html
by ADMIN
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba
Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah
Tahukah anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya
diambil dari http://kumpulanceritamotivasi.blogspot.com/2009/08/kasih-sayng-seorang-ibu.html
by ADMIN
Diposting oleh
aozora
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
STORY
Langganan:
Postingan (Atom)

-001.jpg)